Ads 468x60px

Labels

Sabtu, 15 Februari 2014

Seputar Prosesi Pernikahan Menggunakan Adat Jawa Tengah

Seputar Jateng memiliki berjuta cerita dan kisah baik untuk kisah klasik yang dapat dilihat dari sisi tradisonal yang sangat kental pada setiap individu masyarakatnya dan selalu menjunjung tinggi norma norma ada istiadat yang diembannya. Maka wajar jika akan melakukan sesuatu, masyarakat Jawa Tengah akan selalu melakukan ritual yang dikhususkan kepada leluhur. Bahkan untuk prosesnya pun akan selalu menjunjung tinggi adat leluhur yang telah terjadi secara turun temurun dan berlangsung sudah cukup lama hingga ratusan tahun lamanya. Salah satu adat istiadat yang masih dilakukan dengan konsep tradisional ini adalah proses upacara pernikahan. Sebelum masyarakat Jawa Tengan melakukan upacara perkawinan, ada hal yang harus pertama kali dilakukan yaitu selalu memanjatkan do’a dari awal hingga akhir. Walaupun sebenarnya terjadi juga pemberian sesajen yang dikhususkan bagi leluhur yang biasanya disimpan di sekitar rumah. 
 
Untuk acara khususnya yaitu upacara prosesi pernikahan yang menggunakan adat Jawa Tengah, dilakukan beberapa tahapan yaitu :

  • Bersih Lahir Dan Bathin
Proses ini dilakukan sebelum kedua mempelai melangsungkan pernihakan dengan melakukan pembersihan secara lahir dan bathin. Proses ini dilakukan agar kedua mempelai memulai sebuah rumah tangga dalam kondisi lahir dan bathin yang bersih.

  • Midodareni
Prosesi ini adalah prosesi dilakukannya perkenalan antar keluarga dan sekaligus sebagai acara silaturahmi. Prosesi ini adalah awal dari panjangnya prosesi pernikahan menggunakan adat Jawa Tengah. Pada prosesi ini pula mempelai pria yang diwakili oleh sesepuhnya memimpin pertemuan yang nantinya akan diberi bingkisan sebagai tanda kasih dari keluarga wanita.

  • Upacara Injak Telur
Upacara injak telur ini adalah aplikasi do’a kedua mempelai agar dikaruniai seorang anak dengan segera. Pecahnya telur ini juga dijadikan sebagai simbol dari lahirnya keturunan yang sangat didambakan oleh kedua mempelai hasil buah cintanya bersama. Kemudian dilanjutkan dengan mencuci kaki oleh mempelai wanita sebagai arti dari sebuah kesetiaan istri terhadap suami.

  • Sikepan Sindur
Prosesi ini adalah proses dibentangkannya sindur pada kedua mempelai sebagai lambang untuk mempererat kasih sayang yang disatukan oleh ibu dan ayah ada di bagian depan sebagai penujuk jalan dan simbol bahwa kehidupan dimasa yang akan datang harus mencontoh yang baik dari orang tua terutama kepala keluarga.

  • Acara Pangkuan
Dikenal dengan timbang bobot dimana mempelai wanita duduk di paha kiri ayah pengantin wanita dan mempelai pria di paha sebelah kanannya. Kemudian akan ditanya oleh ibu mana yang berat dan ayah akan menjawab sama beratnya. Artinya adalah bahwa orang tua tidak akan membeda bedakan kasih sayang walaupun dan akan mengganggap mereka adalah sama sama anak yang harus dibimbing dan dijaga.

  • Kacar Kucur
Prosesi ini adalah prosesi yang melambangkan kesejahteraan dan aktifitas mencari nafkah dan menjalani kehidupan sebagai mana mestinya. Dan harus tetap ingat kepada orang tua seberapa pun yang akan diberikan dari rezeki yang didapatkan.

  • Dahar Klimah
Adalah proses dimana mempelai saling menyuapi yang kemudian dilanjutkan dengan meminum air putih. Artinya adalah bahwa berumah tangga itu harus rukun, sepananggungan, tolong menolong, saling memperhatikan dan saling mencintai.

  • Titik Pitik
Proses datangnya besan untuk menyaksikan sakralnya upacara pernikahan dan menyimbolkan bertambah luasnya tali sebuah persaudaraan.

  • Sungkeman
Ini adalah acara permohonan do’a restu dari kedua orang tua mempelai yang dilanjukan kepada sesepuh dan lain lain.

Prosesi yang telah dijelaskan di atas adalah prosesi yang utuh dan tidak akan pernah dilewatkan didalam sebuah pernikahan menggunakan adat Jawa Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar